jadi semuanya dimulai pada tahun 2009 lalu. I was spending my holiday back in Oregon, USA. dont have anything to do in that afternoon, so i browsed the internet and end up chatting in facebook. i dont know this boy, but i remember he ask "lo tasya yang mana?", gue pikir ni orang random amat, udah tiba2 nge add account gue, trus ngajak chatting duluan, dan ujung2nya nanya lo-tasya-yang-mana? thats a lousy question if you want to get to know about a girl. i remember my answer was "tasya yg suka main di Cimol". thats it. besok2nya kita terus chatting dan msn. suatu hari secara gak sadar gue nulis di About Me gue dengan "Write something about your Dad" dan gak gue kira (dan gak niat juga) dia message gw, he told me that his father passed away when he was little. and then he wrote about his Dad, dia blg tulisan itu gak bakal ada kalau dia gak liat About Me gue. gue merasa gak enak. setelah awkward moment itu, gue iseng ngasih dia lagu The Beatles, Here There Everywhere ke dia. gue blg ke dia kalo gue tiap denger lagu ini somehow gue jadi sakit perut dan merinding, dan dia setuju sama pendapat gue dan jadi dengerin lagu itu berulang2 lagi. lalu dia dengerin lagu yang sama gue play, di belahan bumi sebelah sana..
sampai saatnya gue akan balik ke Jakarta lagi, gue inget dia blg "kita main2 bareng yah nanti kalo lo di Jakarta, here's my num, see ya and have a nice flight", gue baru baca itu pas di Changi. daaaannn.. akhirnya Jakarta. kita jd sering ketemu dan yahhh klasik. he asked me to be his gf (HA-HA), gue blg gak bisa, tp setelah kita omongin panjang lebar akhirnya...well kita pacaran.
I like how he noticed about the little things in me. kaya suatu hari gue lagi nguncir rambut gue sama karet rambut kecil biru gue, terus dia ambil karet itu di rambut gue dan dia pake di jarinya. he said "aku suka warnanya, mau aku pake nanti pas main yah (he's a guitar player)". yah gue sih mikir nya lucu2 aja. jadi yaudah.
tapi gak banyak yg bisa diceritain. tp intinya kita itu kaya "gak pernah ketemu". awal2 kita pacaran pikiran gue entah dmn, dan setelah jalan 5 bulan gue merasa yakin sama dia dan mutusin buat serius. tapi gue gaktau, ternyata dia malah udah cape pacaran sama gue "yang entah lagi dmn" itu. kita jadi sering banget berantem dan akhirnya gue putusin dia. besoknya i feel so stupid to dump him, and i asked an apologize and asked him back with me. dan ternyata dia udah bener2 gak bisa. sehari sebelum kita putus, kita duduk di teras sore2. the scene was very beautiful. the sky was orange with the birds flying, yet i feel uncomfortable with the afternoon if you know what i mean. kita gak ngomong banyak tentang hubungan kita. kita cuma ngomongin langit sore itu yg emg lg banyak burung terbang. dia blg "kamu tau gak, bbrp burung itu ketemu sama pasangannya cuma sekali setahun". gue cuma diem.
bbrp hari setelah kita putus, gue sempet bbrp kali sms dia kalo gue kangen. gue selalu nanya sama dia kenapa kita jadi kaya gini, I always wondered, kenapa ketika gue butuh dia dan mulai into him, dia malah pergi. pertanyaan itu gak pernah kejawab.
beberapa bulan kemudian gue harus pergi ke Jerman untuk magang. dan di airport gue ketemu lagi sama dia. but that was not a sweet goodbye. i was very rude to say such thing at the time he said goodbye for me. dan stelah di dalem pesawat diem2 gue nyesel.
dua tahun setelah itu gue udah punya pacar lagi. dan malem itu gue sama pacar gue dateng ke sebuah acara, and he was there too. satu hal yg lumayan bikin gue kepikiran, dia masih pake karet rambut warna biru gue. dan dia pake itu pas dia main. selama ini dia ada gig dia selalu pake itu ternyata. jadi...yah....
and somehow i know he now playing here there and everywhere.
No comments:
Post a Comment